Minggu, 16 November 2014

Perjalanan Di Jantung Makna Tata Bahasa Kebenaran Sejati (PR-ING) Sun Tapa (Samadhi)



oleh Guntur Bisowarno S.Si. Apt
Apoteker Jamoe Nusantara
Apoteker Herbalis Nusantara
Apoteker Bambooe Nusantara
Apoteker Batike Nusantara
yg tinggal di Purwosari Pasuruan Jatim
085235807140

Kajian & Penalaran Serta Kecerdasan Multidimensional Rasa Rasha 
Menggunakan Penemuan IPTEK Terapan
 Berdasarkan Alat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi LIMAS BAMBOO : LIMBOO


Dan Kartu Kepemimpinan dan Manajerial Nusantara : Alat Ukur Kepemimpinan Hasta Borobudur IX




 
Jiwanya di Tapakan
Jiwanya di Meditasikan
Jiwanya di Samadhikan

Di Dalam Limas Piramida Bamboo Segi - 8 Multidimensional
Di Dalam Perjalanan Duduk Diam Duduk Diam Berulang Kali
Di Dalam Perjalanan Memaknai Bahasa Perjalanan Hidupnya.

Maka ini bahasa jiwa, dikenali dengan bahasa batin
Maka ini bisa disebut Teknik Membatik Jiwanya,
Teknik Membatik Batinnya, Teknik Mengenali Bahasa Batinnya.

Batik, Membutuhkan Canting (Catatan Penting) dan Lilin Malam
yang di panaskan di kompor tunggu perapian,
untuk menggoreskan apa yang menjadi bahasa batinnya,
jadinya apa yang di sandhangnya,
jadinya apa yang dikenakannya,
adalah apa yang di batinnya.

Ada bahasa lisan, ada bahasa symbol, ada bahasa gerak gerik
dalam Teknik Batik, semuanya di mungkinkan dan terjadi apa adanya.



Seperti itulah pengalaman di dalam Limas Bamboo (* LIMBOO WOLU)
Seperti itulah berkembangnya Bahasa Indonesia Merdeka Menjadi Mahardika.
Seperti itulah bertumbuh mekarnya Kasanah Sarat Makna Bahasa Indonesia,
karena bersinkronasi dengan Bahasa Ibunya ( Bahasa Jawa, Bali, Sunda, Lampung,dll)
karena bersinkronasi dengan Bahasa Batinnya
karena bersinkronasi dengan Bahasa Gerak Jiwangganya







Menjadi sebuah kewajaran ketika Tata Bahasa Pengalaman Sejati Rasanya Ketemu Rahsa-Nya,
perlahan namun pasti menjadi semua Perjalanan  di Pusat Kediriannya,
waktu menjadi lebur,
ruang menjadi tersatu padukan,
jarak tak menjadi soal,
luasan tak menjadi kendala lagi,
karena Bahasa Batin, Bahasa Jiwa, Bahasa Rasa Menemukan Ruang Wadahnya,
karena Mereka Sudah Menemukan Teknologi Frekuensi Gelombangnya.
karena Kehadiran Batin dan Jiwa Mereka di Terima Apa Adanya...
karena Mereka di hargai dan diolah sebagaimana peruntukkannya Mereka hadir..



Bagaimana Jadinya Ketika Bekerja Dalam Suasana Tapa ( Samadhi)?
Bagaimana Jadinya Ketika Belajar Dalam Suasana Tapa (Samadhi)?
Bagaimana Jadinya Ketika Berdiskusi Berbagi Cerita
dan Kisah dan Sejarah Dalam Suasana Tapa (Samadhi)?
Bagaimana Jadinya Ketika Kita Hidup Dalam Suasana Tapa (Samadhi)?

(Catatannya : Membawa Suasana Jiwa (Tapa : Baca Samadhi) di dalam LIMBOO WOLU,
ke dalam aktivitas hidup sehari- hari?


BACALAH DENGAN MENYEBUT NAMA TUHAN-MU.

- Membaca dengan indera MATA, disebut MELIHAT.
- Membaca dengan indera TELINGA, disebut MENDENGAR.
- Membaca dengan indera PENCIUM, disebut MEMBAU.
- Membaca dengan indera PERASA, disebut PERABA.
- Membaca dengan indera RASA, disebut HATI.
- Membaca dengan indera APLIKASI ke-5 tersebut, disebut MUKASIFAT (umum indera 6).
*) Sumber Padhepokan Tri Bawana Langgeng
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar