oleh Guntur Bisowarno S.Si. Apt
Apoteker Jamoe Nusantara
Apoteker Herbalis Nusantara
Apoteker Bambooe Nusantara
Apoteker Batike Nusantara
yg tinggal di Purwosari Pasuruan Jatim
085235807140
Apoteker Jamoe Nusantara
Apoteker Herbalis Nusantara
Apoteker Bambooe Nusantara
Apoteker Batike Nusantara
yg tinggal di Purwosari Pasuruan Jatim
085235807140
Kajian & Penalaran Serta Kecerdasan Multidimensional Rasa Rasha
Menggunakan Penemuan IPTEK Terapan
Berdasarkan Alat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi LIMAS BAMBOO : LIMBOO
Dan Kartu Kepemimpinan dan Manajerial Nusantara : Alat Ukur Kepemimpinan Hasta Borobudur IX
HAKEKAT MENYIMAK
Keterampilan menyimak merupakan aspek keterampilan berbahasa yang
sangat esensial, sebab keterampilan menyimak merupakan dasar untuk
menguasai sesuatu bahasa. keterampilan menyimak merupakan dasar untuk
keberhasilan belajar membaca dan menulis. Sewaktu belajar membaca,
petunjuk-petunjuk boleh dikatakan selalu disampaikan dengan bahasa
lisan. Ini berarti siswa harus menyimak.
Menyimak merupakan proses ditangkapnya bunyi oleh indra pendengar
yang disertai dengan kesengajaan. Kesengajaan ini terjadi karena bunyi
yang didengar menarik perhatian kita. Proses ini hanya berhenti sampai
di situ saja. Orang yang menyimak tidak ada keinginan mengetahui isi
dari yang didengarnya secara lebih jauh. Atau dapat dikatakan menyimak
tidak sampai pada tataran pemahaman.
Menyimak adalah proses ditangkapnya suatu bunyi oleh indra pendengar
disertai kesengajaan dan ada keinginan untuk memahami isi yang
didengarnya. Kesengajaan dalam menyimak lebih besar dibanding dengan
kegiatan mendengarkan. Keterampilan menyimak yang baik menyangkut sikap,
ingatan, persepsi, kemampuan membedakan, intelegensi, perhatian,
motivasi, dan emosi harus dilaksanakan secara integral dalam tindakan
yang optimal pada saat penyimakan berlangsung. Menyimak yang memadai
merupakan basis kemampuan berbicara yang sangat penting dan juga
merupakan dasar untuk keberhasilan kemampuan membaca dan menulis.
Belajar berbahasa dimulai dari menyimak. Berkomunikasi lisan dengan
orang lain harus pintar menyimak, demikian pula mengikuti pelajaran,
kuliah, diskusi, seminar dan sebagainya juga harus pintar menyimak.
Selain itu manusia juga memulai memperoleh informasi dengan menyimak.
Bayi yang baru lahir hanya bisa mendengar, keterampilan yang lain belum
dikuasai.
Dalam pengertian yang lebih luas menyimak tidak sekadar menangkap
bunyi saja, namun ada peristiwa penangkapan gagasan, pesan, dan pikiran
atau perasaan seseorang. Orang yang menerima pesan dapat memberi respon
terhadap apa yang didengarnya. Ini berarti telah terjadi komunikasi
antara pembicara dan penyimak secara dua arah.
Hubungan perbedaan ketiga kegiatan tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut.
Aspek
|
Mendengar
|
Mendengarkan
|
Menyimak
|
| Menangkap bunyi |
√
|
√
|
√
|
| Identifikasi bunyi |
√
|
√
|
|
| Perhatian |
√
|
√
|
|
| Pemahaman |
√
|
||
| Disengaja |
√
|
√
|



Tidak ada komentar:
Posting Komentar