Minggu, 02 November 2014

Adegan Film 7/24 Menuju Aksara Adegan 7/26 dan Adegan Aksara 7/36

oleh Guntur Bisowarno S.Si. Apt
Apoteker Jamoe Nusantara
Apoteker Herbalis Nusantara
Apoteker Bambooe Nusantara
Apoteker Batike Nusantara
yg tinggal di Purwosari Pasuruan Jatim
085235807140
Kajian & Penalaran Serta Kecerdasan Multidimensional Rasa Rasha 
Menggunakan Penemuan IPTEK Terapan
 Berdasarkan Alat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi LIMAS BAMBOO : LIMBOO


Dan Kartu Kepemimpinan dan Manajerial Nusantara : Alat Ukur Kepemimpinan Hasta Borobudur IX


 
"Hidup ini bukan mencari WAH. Tapi WOH. WAH (kulit), WOH (isi)."
(Sumber Padepokan Tri Buwana Langgeng)

Daya Hidup Melingkupi Wadah Hidup
Wadah Hidup Di Lingkupi Daya Hidup
Pikiran Pemikiran dan Pola Pikir  Mempengaruhi Perilaku
Kebisaan dan Kebiasaan Perilaku Mempengaruhi Pikiran Pemikiran dan Pola Pikir

Jiwalah, Jiwangga Di Dadalah PR_ING Sun lah Mampu Menyeimbangkan
dan Menyelaraskannya.

Bagaimana Jika POSISI Waktu Berdiri Sendiri???

Itu Pertanyaan Seorang Kawan Yang Hebat Untukku dan Untuk Anda.

Karena DALAM WAKTU & BERSAMA WAKTU...
WAKTU Bisa Mengerjakan Apa Saja, Tahukah Anda Mengenai Hal itu.
Karena Waktu Bisa Mengerjakan Buanyaak Hal, dalam Moment yang sama, SIR SER SERentak KERENTAK (Baca E dengan Bunyi Seperti Membaca Kara KEREN, dan juga Senada dengan Kata KERENTEK) mengADA dan mengADAKAN,

Energi Adegan ADA GAN... demi ADA GAN(DA)... demi ADA.. GAN (DA)... demi ADA GAN ADA... terulang  dan mengulang menjadi ADE.. GAN (DA)..
Energi KeberADAan memiliki  DAya eleGANnya, untuk menjadi peristiwa;
yang BER-Simultan meny-E-bar dan meng- E-ja-wantah..... mengikuti kelayakan dan peruntukkannya.

Bagaimana dengan POSISI Anda Bersama Waktu Anda?
 
Catatan 7/14 adalah 7 Hari dalam Sehari 24 Jam,
Waktu Yang Kebanyakan Orang Pakai dan Jadikan Ukuran. 

Sementara bagi kita YANG Mulai Jeli dan SADAR,
UNTUK mengetahui penanggalan menggunakan
Siklus UKURAN Matahari (SUN) dan Rembulan (MOON),
Sunar dan Lunar Jenis Ini, sudah tak relevan lagi,
Mengingat kita sering mengalami ketidak tepatan dan kesulitan,
untuk memastikan ketepatan dan kepastian WAKTU dalam ukuran waktu;
(60 Detik, 60 Menit, 12 Jam 24 Jam Tersebut) TERHADAP dan DALAM -

Perubahan alam serta kejadian ALAM,
seperti saat kita meRASAkan dan mengALAMi menuju WAKTUnya Terang Dinui Pagi hari -
Tenggelamnya matahari di ufuk barat, hingga sempurnanya BULATAN Lingkaran (Baca Link) 
Rembulan dari penandaan penanggalan umum yang sehari - hari kita pakai itu,
Meskipun kita menyadari tak banyak yang memperhatikan dan menganalisa ini.

Hingga Waktu Menyatakan Sendiri Pada Kita, dan Melalui Adegan dan Film 7/24,
hal ini menjadi Cerita dan Sejarah Waktu yang berbeda,

Menegaskan perihal ini adalah Tujuan Tulisan dan InsighT dari 2 Hari Ini Yang Sedang Kita Alami.



Bagaimana Ketika Ukuran Waktu 24 Jam dari Perkalian Aksara 3 dan Aksara 8  
Melebur Jadi Satu:

Kembali Kita Menemukan, Justru Peradaban dan Hasil Perenungan Manusia Yang Sudah dan Pernah Mencapai Ke Arah Sana,  di dalam Aksara Hasta Borobudur 9;

Ada Bukti Waktu Mengalami Divergensinya.
Dalam Perbedaan Ada Tekanan Waktu,
Bisakah Kita MeRAHSAkan Adanya Sesuatu Yang Menekan dalam Divergensi Waktu,
yang sedang dan menunggu kelayakan dan peruntukannya 
untuk di KENALI dan di hayati sesungguhnya?


Bagaimana dengan Masuknya Takaran dan Tatanan 
dalam Perhitungan Aksara 6 dan 4  Juga 4 dan 6?

Ternyata ... Ternyata ... Kembali - Kita Menemukan :

Ada yang belum terPENUHi!!!
Dimanakah itu?
Perihal apakah itu?

Dalam Divergensi yang semakin kuat,
justru ada yang belum meng INTI dan meng ESENSI,
dalam ukuran dan hitungan dan KEPUTUSAN atas Ukuran Waktu ini,
bagaimana menurut Anda?

Sungguh beberapa sobat dan kawan yang hendak kita temui, dan sudah kita temui beberapa saat ini,
sedang menemui dan mendapatkan kelayakan dan perjalanan WAKTUnya,
untuk mengALAMI, peningkatan derajat lingkaran tata gelar yang eleGAN, 
protokoler dari beragam eselon pejabat hingga posisi tinggi lainnya di masyarakat dan negara kita,
hingga manca negara, status dan bobot aktivitas di bidang sosial menanjak,
aplikasi ilmunya, bisnis, permintaan untuk membagikan - melatihkan - memberikan ilmu2nya,

di beragam DIVERGENSI LOKUS LOKASi,

kenyataannya SUDAH SAMPAI WAKTUnya pada  kehadirannya mereka, semakin di butuhkan,
dan luar biasanya, sudah ada yang mengatur jadual waktunya, s
erta segala macam pernak pernik kebutuhannya dalam perjalanan melalang buana
di Indonesia, Nusantara, hingga Dunia. Keren.

Anehnya, ada Insting dan Rahsa....
Yang Membunyikan Kalimat... bernada SUARA KEBENARAN DALAM, Iner Truth !!!
Rahsa-Rasanya Bukan Ini, Bukan Itu.... FOKUS SANG WAKTU....

Berkaitan dengan Akar Pertanyaan di Atas,
Berkaitan dengan Setiap Pertanyaan Yang Hebat Memilih Jawabannya Yang Sejati...
Ada Kesejatian yang sedang Menunggu di Kuak dan di Urai, di KURSI WAKTU,
dengan Kesadaran Waktu Yang Meruang dengan Penuh Lembaran Kedalaman
dan Sesuatu Yang Sedang Menunggu di Temukan dan di Penuhi,

Apa sesungguhnya yang sedang dan hendak di penuhi  oleh Sang Waktu?
Sell Full Filling Porpechy nya di Mana?
Dalam Waktu yang diperlakukan seperti itu?

Kita bersama Waktu, sedang SINERGITAS seperti apa Yang Layak dan Sesuai Peruntukkannya,
Kita hadir dan belajar (SINAU) Kelayakan Ilmu dan Keterampilan,
Hingga Mengenali Diri dan Menjadi Jati Diri yang sesungguhnya.

AHA... Ini Perihal Jati Diri Waktu Yang Sesungguhnya!!!
.... yang bisa kita temukan dan sudah secara absolut sedang menyatakan dirinya.

AHA... selayaknya juga akan menemukan dan menghadirkan KeSEJATIan diri kita sendiri,
di tengah - tengah tawaran semakin jelas kemampuan dan kesuksesan kita, semakin banyak orang yang berhasrat mengatur hidup kita, bagaimana menurut Anda?

Tanda Tanda Sang Waktu Mulai Menguakkan Dirinya, ya Adegan Film 7/24 Tersebut.


Mengenai Hal Itu, Sungguh Luar Biasa, Semenjak Diskusi dengan Kawan Kita,
Perihal Kekurang-Akuratan Ukuran Waktu Itu,
Justru Sudah Mulai Kembali Memperhatikan dan Mengkaji SANG WAKTU,
dalam Relevansi Hidup dan Berkehidupan sesungguhnya,
atas diri mereka mereka yang nampaknya sangat KUAT KARAKTERnya
dan di nilai SUKSES oleh Masyarakat Hingga Dirinya Sendiri.

di Just Alvin Hal Ini, Kita Menemukannya. Great Momentum. DIAN (baca Cahaya Nyala) Sastro...
Cahaya Sang Waktu, sedang menyastrakan Kediriannya dan Kesejatiannya ....


Dian Sastro belajar memaknai hidup dalam 7/24 (Foto: Alan)
Dian Sastro Belajar Memaknai Hidup dalam 7/24
JAKARTA - 7/24, sebuah komedi romantis besutan sutradara Fajar Nugros yang sukses dengan film-film komedi seperti Cinta Brontosaurus hingga Bajaj Bajuri The Movie. Dalam film tentang hidup, cinta, dan bagaimana menjalin sebuah hubungan.

Adalah Prasetyo Ichsan Setiawan (Lukman Sardi), sutradara film terkenal menikah dengan Tania Wulandary (Dian Sastro), manajer di salah satu bank bergengsi. Keduanya dikaruniai anak berusia lima tahun.

Keduanya workaholic. Mereka hanya memiliki waktu bersama di pagi dan malam hari, atau kadang-kadang selama akhir pekan jika mereka beruntung.

Hebatnya, dengan jadwal yang padat, mereka tetap bisa menghabiskan waktu bersama, dan semakin romantis. Sampai suatu hari, Heru sakit hepatitis A saat syuting. Heru pun langsung dirawat di rumah sakit.

Dan Tania, yang tidak bisa meninggalkan pekerjaan, membuatnya harus menyulap antara kerja, rumah dan mengurus suaminya, Heru.

Setelah tiga hari mengurus segala sesuatu seorang diri, Tania merasa kelelahan. Dia pun dirawat di rumah sakit oleh Dr. Henky (Hengky Solaiman), dan Dr. Verdi (Verdi Solaiman), dan berbagi di ruang yang sama dengan  suaminya. Akhirnya, setelah bertahun-tahun menikah yang memiliki sedikit waktu bersama, sekarang mereka terjebak dalam satu ruangan.

Mereka bersama-sama di ruangan yang sama, dan tidak memiliki waktu sendiri. Mereka yang telah berhasil menyimpan rapat rahasia, mulai menampakkan diri sebenarnya.

Mulai dari bos Tania, Pak Harris, pekerjaan Tyo (Indra Birowo, Husein "Idol"), dan teman teman misterius lainnya. Dimulai sebagai momen manis yang diadakan dalam satu ruangan selama sakit, berubah menjadi medan pertempuran. Pasalnya, setiap hari selama tujuh hari 24 jam mendorong mereka ke dalam situasi gila dan canggung.
(nsa)


Adegan Menuju 7 : 24 Ada Beberapa Pilihan = 3 x 8; 4 X 6 dan 6 X 4

Semua menuju pada sesuatu yang menyebar, ke BHINEKAan (38)
Bhumi rasanya di bangun dengan pusaran angin yang terus bergerak dan bergerak,
hingga lupa dimanakah POROS Utama, dan TUJUAN GERak, GERakan dan Per-GERakan ini...,

namun sungguh menjanjikan dan sungguh kuat KUASA -
ARUS Kata-Kata Sosial dan Ajakan Sosial untuk menaikkan popularitas (KENAIKAN, 46)
aktivitas demi aktivitas dari di dalam ranah rumahan, hingga ranah kantor - profesional - kedinasan,
yang sangat kelihatan dalam gerak gerik di ranah interaksi-sosialnya
dan sangat nampak kemajuan - kemajuannya,
namun esensinya ada yang belum di penuhi (BELUM TERPENUHI  Baca 64).



EPI - S- ODE dan ADEGAN, sepertinya nampak benar dalam Fim 7/24.


EPOS POSISI APIK - EPIK (Baca Tulisan E-Pict) 26 dan 36:

Bagaimana dengan Adegan Aksara 7/26




Inilah Aksara 13 Kali 2




Ternyata, Ada Komunitas dan Lokalitas Yang Menjadi Tanggung Jawab Kita ada Di Bumi.
Ternyata, Ada Pertanyaan Dasar, Mana Yang Menjadi Agenda Jiwa dan Suksma Kita
dan Mana Agenda Yang Bukan Agenda Kita, Peruntukkan Yang Layak,
Bagi Kita Ada dan Hadir di Dunia ini.

Ternyata, Ada Episentrum dan Posisi Yang Kita Perlu Bertanggung Jawab di Aksara 2
yang perlu kita Kelola,
Bukan di Angka Aksara 12,
Namun Angka Akasara 13.



Ada Hambatan Pada Penempatan Waktu di Angka 12,
Karena Sesungguhnya Kita Sedang Meruang Bersama Waktu,
Bukan 1 dan 2 bidang, panjang dan lebar,
namun panjang, lebar dan tinggi... 13 lah nomornya.

Bagaimana Dengan Aksara Angka Menuju 7 : 4 X 9 yang adalah 36  ada 360 Meruangnya.


Danau,
Segoro dan Lautan Sang Waktu

Perkalian Meruang, 
Perkalian 4 (Tempat) Meruang
dengan 9 (Teknologi, Menghimpun, Siji Songo 1 yang adalah 9 Yang adalah Diri Kita)






Perjalanan Menggunakan Inisiatif (1) dan Tanggung Jawab Merespon WAKTU (2) pada (7) Multidimesional Menghasilkan Angka 24 (Kembali Ke Awal) atau Sampai pada Sesuatu Yang Luar Biasa (26) dan Menggunakan Kecerdasan Tersembunyi (36) hasil perkalian Aksara 4 dan 9.

Ada Tantangan dan Kebutuhan UntuK Menguak Apa Yang Melebur di 49 dan Kecerdasan di 36
ketika, Waktu MELEBUR dengan Sang RUANG (36 0 Derajat Meruang).

Wikipedia Mencatat:


Derajat (secara lengkap, derajat busur), biasanya disimbolkan dengan °, adalah ukuran sudut yang dapat dibentuk pada sebuah bidang datar, menggambarkan 1/360 dari sebuah putaran penuh. Artinya, besar 1 derajat adalah satu juring pada lingkaran yang dibagi menjadi 360 buah juring yang besarnya sama. Jika sudut tersebut dinyatakan terhadap sebuah meridian referensi, sudut tersebut menunjukkan sebuah lokasi pada sebuah lingkaran besar sebuah bola (seperti Bumi, Mars, atau bola langit).[1]
Awal mula lingkaran dibagi atas 360° berasal dari kerajaan Babilonia Kuno karena sistem bilangan Babilonia Kuno menggunakan bilangan yang berbasis 60. Sedangkan kita saat ini terbiasa menggunakan sistem bilangan berbasis 10.



Cahaya Kecerdasan Tersembunyi Di Bumi.  
adalah Sang Waktu Menemukan Posisi Kita dan Posisi Kita Menemukan Sang Waktu
pada Kesejatian Kita Berada dan diperuntukkan di sebuah KOMUNITAS dan LOKALITAS,
meskipun Divergensi Waktu secara alamiah menarik KUAT Kuasanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar