HAKEKAT MENYIMAK

Keterampilan menyimak merupakan aspek keterampilan berbahasa yang sangat esensial, sebab keterampilan menyimak merupakan dasar untuk menguasai sesuatu bahasa. keterampilan menyimak merupakan dasar untuk keberhasilan belajar membaca dan menulis. Sewaktu belajar membaca, petunjuk-petunjuk boleh dikatakan selalu disampaikan dengan bahasa lisan. Ini berarti siswa harus menyimak.

Menyimak merupakan proses ditangkapnya bunyi oleh indra pendengar yang disertai dengan  kesengajaan. Kesengajaan ini  terjadi karena bunyi yang  didengar menarik perhatian kita. Proses ini hanya berhenti sampai di situ saja. Orang yang menyimak tidak ada keinginan mengetahui isi dari yang didengarnya secara lebih jauh. Atau dapat dikatakan menyimak  tidak sampai pada  tataran pemahaman.

Menyimak adalah proses ditangkapnya suatu bunyi oleh indra pendengar disertai kesengajaan dan ada keinginan untuk memahami isi yang didengarnya. Kesengajaan dalam menyimak lebih besar dibanding dengan kegiatan mendengarkan. Keterampilan menyimak yang baik menyangkut sikap, ingatan, persepsi, kemampuan membedakan, intelegensi, perhatian, motivasi, dan emosi harus dilaksanakan secara integral dalam tindakan yang optimal pada saat penyimakan berlangsung. Menyimak yang memadai merupakan basis kemampuan berbicara yang sangat penting dan juga merupakan dasar untuk keberhasilan kemampuan membaca dan menulis.

Belajar berbahasa dimulai dari menyimak. Berkomunikasi lisan dengan orang lain harus  pintar menyimak, demikian pula mengikuti pelajaran, kuliah, diskusi, seminar dan  sebagainya juga harus pintar menyimak. Selain itu manusia juga memulai memperoleh informasi dengan menyimak. Bayi yang baru lahir hanya bisa mendengar, keterampilan yang lain belum dikuasai.

Dalam pengertian yang lebih luas menyimak tidak sekadar menangkap bunyi saja, namun ada peristiwa penangkapan gagasan, pesan, dan pikiran atau perasaan seseorang. Orang yang menerima pesan dapat memberi respon  terhadap apa yang didengarnya.  Ini berarti telah terjadi komunikasi antara pembicara dan penyimak secara dua arah.

Hubungan perbedaan ketiga kegiatan tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut.
Aspek
Mendengar
Mendengarkan
Menyimak
Menangkap bunyi
Identifikasi bunyi
Perhatian
Pemahaman
Disengaja